Mahasiswa UNHAS Asal Takalar Rakit Alat Pengusir Hama Dari Mesin Pengharum Ruangan

Takalarterkini.com, – Takalar. Padi merupakan sumber karbohidrat utama bagi mayoritas penduduk di Indonesia. Tanaman ini menjadi komoditas yang strategis dalam perekonomian Indonesia, diantaranya adalah beras sebagai kebutuhan pokok masyarakat.

Tim Pembuat Alat Pengusir Hama Dari UNHAS Yang Salah Satunya Mahasiswa Asal Takalar

Tim Pembuat Alat Pengusir Hama Dari UNHAS Yang Salah Satunya Mahasiswa Asal Takalar

Beras mempunyai peran strategis dalam memantapkan ketahanan pangan, ketahanan ekonomi, dan keamanan serta stabilitas politik nasional. Berbagai kendala yang timbul dalam proses budidaya padi dapat menyebabkan goyahnya ketahanan pangan. Sejak 10 tahun terakhir produksi beras di Indonesia mengalami peningkatan dan pada tahun 2045 Kementerian Pertanian menargetkan Indonesia menjadi lumbung pangan dunia.

Sehingga untuk tetap menjaga stabilitas produksi beras beberapa tahun kedepan dalam menunjang Indonesia menjadi lumbung pangan dunia, maka perlunya untuk mengantisipasi sejak dini permasalahan yang timbul dalam proses budidaya padi. Salah satunya ialah sulitnya mengendalikan hama burung pemakan padi.

Hama burung merupakan salah satu musuh utama bagi petani yang dapat menurunkan produksi tanaman. Meningkatnya populasi burung menyebabkan menurunya hasil panen. Hama burung dapat memakan padi rata-rata sebanyak 5 gram sehari. Serangan kelompok burung telah banyak meresahkan para petani.

Melihat fenomena ini, tiga mahasiswa Universitas Hasanuddin (Unhas) membuat sebuah alat pengusir hama burung pemakan padi berbasis otomatis yang dikombinasikan dengan mesin pengharum ruangan sehingga dapat memudahkan para petani dalam menghadapi serangan burung ketika menjelang masa panen.

Ketiga mahasiswa tersebut yakni Muh. Yusril Hardiansyah, M. Arif Fikri Al-Ridho, dan Nurhidayat yang berasal dari Program Studi Agroteknologi, Universitas Hasanuddin. Mereka tergabung dalam tim penelitian pada Tanoto Student Research Award (TSRA) dalam ajang Program Kreativitas Mahasiswa Bidang Penelitian (PKM-P) bekerjasama dengan Tanoto Foundation.

Pada penelitian ini, mereka menggunakan mesin pengharum ruangan yang telah dimodifikasi beserta refill sebagai penunjang alat utama dalam menyemprotkan cairan bahan yang berbasis automatic.

Bahan utama yang digunakan berupa cairan bahan-bahan dari sumber daya hayati yang telah dilakukan pengekstrakan sebelumnya sehingga mengeluarkan aroma yang tidak disukai oleh hama.

Yusril Hardiansyah selaku ketua tim mengatakan bahwa ‚Äúpenelitian ini dilakukan atas dasar keresahan petani akibat produksi padi menurun yang diakibatkan karena serangan hama burung terus meningkat,” terangnya.

“Selain itu berbagai cara yang dilakukan petani untuk mencegah hama burung masih menggunakan cara tradisional seperti pemasangan orang-orang sawah, pemasangan kaleng pada tali, dan lain-lain. Apabila cara tersebut tidak berhasil, tak jarang petani harus terjun langsung ke lahan persawahan untuk menjaga atau mengusir burung,” Lanjutnya.

Pastinya cara ini sangat melelahkan dan merepotkan apabila dilakukan sendiri pada lahan yang luas. Oleh karena itu alat ini diharapkan menjadi salah satu solusi dalam menanggulangi keresahan petani dengan memanfaatkan dan mengombinasikan mesin pengharum ruangan dengan bahan sumber daya hayati menjadi sebuah alat pengusir hama burung yang berbasis automatic, tutup Yusril selaku ketua tim. AJM/RedTT.

Sumber: Mahasiswa UNHAS

Mahasiswa UNHAS Asal Takalar Rakit Alat Pengusir Hama Dari Mesin Pengharum Ruangan

About The Author
-

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>