Momentum Sumpah Pemuda Ke 92, Ini Yang Dilaksanakan DK3T

Takalarterkini.com – TAKALAR. Dewan Kesenian dan Kebudayaan Kabupaten Takalar merayakan Peringatan Sumpah Pemuda ke-92 dengan kegiatan Peluncuran Website Resmi DK3T, Pemutaran Film Dokumenter Ranggong Daeng Romo, dan Diskusi Karya. Kegiatan tersebut diberi nama Launching, Screening, & Discussion, dan berlangsung penuh khidmat di Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah Takalar (Pusdam) Rabu (28/10/2020).

Kegiatan Dewan Kesenian itu, turut pula dimeriahkan oleh pentas yang dipersembahkan oleh Lajur Rebah (Kelompok Musik Independen) dan OD Pelatar (Kelompok Musik Klasik-Culture). Dua grup musik berbeda genre yang saat ini digemari di kalangan anak muda dan milenial di Takalar.

Dalam sambutannya, Ketua Umum Dewan Kesenian dan Kebudayaan Kabupaten Takalar, memaparkan bahwa kegiatan ini dimaksudkan tidak hanya sekadar peringatan yang hampa nilai, sekadar sebagai monumen sejarah saja setiap tahunnya, melainkan diharapkan dapat menjadi dokumen historis dalam rangka melahirkan karya-karya untuk generasi sekarang dan akan datang, tuturnya.

Lebih jauh, Barnadi mengatakan bahwa Pemutaran Film Dokumenter Ranggong Daeng Romo merupakan refleksi terhadap kepahlawanan Ranggong Daeng Romo dalam mempertahankan Republik Indonesia melalui Angkatan Muda Bajeng (AMD), Lipang Bajeng, dan LAPRIS. Selain itu, dibalik film dokumenter ini, ada tangan-tangan kreatif sineas yang telah bekerja mewujudkan film ini dapat dinikmati oleh Publik. Film dokumenter ini berpeluang menjadi sumber pembelajaran muatan lokal di sekolah-sekolah, paparnya.

Pada sesi acara diskusi karya, tampak antusiasme yang sangat tinggi dari berbagai kalangan pekerja seni dan budaya se Takalar. Dipandu oleh Hamra Basrah, diskusi yang menampilkan Yus Amin Db dan Alauddin sebagai narasumber menjelaskan masing-masing karya yang baru beberapa minggu ini mereka pentaskan.

Amin menuturkan bahwa Opera Bunga eja merupakan hasil transkripsi dari tulisan Puisi sebelumnya. Saya ingin menerjemahkan Ammacciang dalam Opera Bunga eja ini, akunya. Sementara, Ala, sapaan Alauddin menyampaikan bahwa Pagelaran Seni Masannang Toraya di maksudkan untuk menjelaskan konsep kebahagiaan kepada masyarakat yang berbeda karakter dan budaya dengan kita di Takalar.

Dua karya tersebut juga diapresiasi oleh dua penanggap yang didapuk, yakni Suhaemi Suherman, S.Sn selaku Wakil Ketua DK3T dan Pembina Sanggar Pattallassang serta Alfian Rumpang sebagai Music Director Pakarena Art’s.

(Barnadi Zakaria)

Momentum Sumpah Pemuda Ke 92, Ini Yang Dilaksanakan DK3T

About The Author
-

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>