Pihak RSUD HPDN Tanggapi Informasi HOAX Mengenai Pasien Ditelantarkan Yang Beredar Di Media Sosial

Takalarterkini.com, – Takalar. Pihak manajemen Rumah Sakit Umum Daerah Hadji Padjonga Daeng Ngalle (RSUD HPDN) Kabupaten Takalar merasa dirugikan atas informasi HOAX yang beredar di media sosial.

Pernyataan & Klarifikasi Pihak Humas RSUD HPDN Di Akun Media Sosial Facebook

Pernyataan & Klarifikasi Pihak Humas RSUD HPDN Di Akun Media Sosial Facebook

Dalam postingan akun FB Fhyka Zartika yang menyampaikan bahwa “Ada pasien yang tidak ditangani di rumah sakit Takalar (RSUD HPDN). Bayi yang dalam kandungan ibunya meninggal dan dimintai pembayaran 8 juta rupiah hanya karena berkasnya tidak lengkap.

Atas viral dan beredarnya informasi HOAX ini pihak Manajemen RSUD HPDN memberikan klarifikasi bahwa “Tidak benar bahwa pasien di RSUD HPDN Takalar tidak ditangani. Dalam postingan itu pasien telah terpasang infus dan telah berada diruang perawatan. Ini artinya penangan awal telah dilaksanakan pihak rumah sakit,’ pungkas Humas RSUD HPDN.

“Pasien masuk ke Ponek sejak tanggal 30 Mei 2019 dan setelah diperiksa kondisi janin dalam kondisi anensefali (bahasa kedokteran untuk ibu hamil), kemudian dokter menginfokan ke keluarga pasien untuk dilakukan induksi (tindakan lanjutan) dengan catatan pihak keluarga harus menandatangani tindakan lanjutan untuk pasien. Tapi sampai tanggal 1 Mei 2019 pihak keluarga tak kunjung muncul. Nanti pada jam 3 siang baru tiba untuk bertanda tangan untuk dilakukan induksi, tapi janin dalam kandungan ibunya sudah meninggal,” lanjutnya.

“Janin meninggal dalam kondisi KJDR (bahasa kedokteran). Pasien masih tetap ditangani melalui proses baloon catheter agar serviks pasa pasien terbuka. Pada tindakan ini belum ada induksi untuk sectio karena janin sudah meninggal, dimana kondisi ibunya tidak dalam kondisi kritis,” pungkas Pihak Humas RSUD HPDN.

“Informasi di media sosial yang menyebutkan bahwa pasien dan keluarganya dimintai biaya Rp. 8 Juta juga HOAX. Info ini sangat tidak benar dan cenderung menjadi fitnah bagi RSUD HPDN. Info bahwa pasien akan dimintai pembayaran hanya dari tetangga pasien di ruangan pasien dirawat. Sekali saya tegaskan bahwa Bidan Ponek tidak pernah meminta biaya apapun dari pasien,” tegasnya.

“Saya juga berharap kepada masyarakat agar tidak cepat melalukan tindakan yang tak berdasar, apalagi langsung menyebarkannya ke media sosial, sehingga berujung pemberitaan dan info HOAX. Harusnya klarifikasi dulu kepada pihak rumah sakit,” tutupnya.

Mengenai info HOAX ini, pihak manajemen RSUD HPDN sedang melakukan koordinasi untuk mengambil tindakan atas info yang tidak benar (HOAX), jika perlu akun media sosial facebook atas nama Fhyka Zartika akan kami laporkan ke pihak berwajib atas tuduhan penyebaran berita tidak benar (HOAX). AJM/RedTT

Pihak RSUD HPDN Tanggapi Informasi HOAX Mengenai Pasien Ditelantarkan Yang Beredar Di Media Sosial

About The Author
-

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>