Poros Arus Muda Untuk Desa Sawakong Masa Depan

Takalarterkini.com,- Sawakong. Desa adalah bagian yang penting dari suatu masyarakat yang mana tak dapat terpisahkan. Pentingnya desa ini disampaikan oleh berbagai ahli yang memberikan pendapatnya. Oleh karena itulah, keberadaan desa semestinya tidak boleh diremehkan termasuk juga oleh pemerintah karena pentingnya keberadaan desa tersebut. Berikut beberapa definisi desa menurut berbagai ahli.

Menurut Sutardjo Kartodikusumo, desa adalah suatu kesatuan hukum di mana bertempat tinggal suatu masyarakat yang berkuasa mengadakan pemerintahan sendiri. Sedangkan menurut Saniyanti Nurmuharimah, desa merupakan wilayah yang dihuni oleh masyarakat yang memiliki sistem pemerintahan sendiri.

Beberapa pengertian lainnya juga ditambahkan oleh R. Bintarto. Menurut beliau, desa adalah perwujudan atau kesatuan geografi, sosial, ekonomi, politik, serta kultural yang terdapat di suatu daerah dalam hubungan dan pengaruhnya secara timbal balik dengan daerah lain. Pendapat R. Bintarto mencakup berbagai segmen dari ekonomi, politik dan juga budaya.

Dari uraian di atas maka muncullah gagasan-gagasan positif dari salah satu sosok pemuda desa Sawakong Kecamatan Galesong Selatan Kabupaten Takalar sebut saja sapaan akrabnya Dg Bani. Ia adalah petani sekaligus pemuda penikmat ojol sebagai sambilan dalam kesehariannya.

Dalam konteks politik desa ia memaknai politik bukan hanya soal menang atau kalah akan tetapi lebih pada konsep kesejahteraan hidup masyarakat. Politik sangat diperlukan dalam pengambilan keputusan lebih mengedepankan kepentingan masyarakat dimana tidak memecah belah persatuan dan kesatuan masyarakat suatu desa.

Gagasan-gagasan politik yang di tawarkan oleh Dg Bani dalam menumbuhkan index kesejahteraan masyarakat (IKM) ialah transparansi, akuntabilitas, kooperatif, partisipatif, legowoitas dan kesetaraan gender.

Transparansi di butuhkan sebagai bentuk penyebarluasan informasi tanpa sekat, akuntabilitas sebagai pertanggung jawaban oleh pemerintah kepada masyarakatnya, kooperatif sebagai jembatan kerjasama di lingkup masyarakat, partisipatif sebagai bentuk rasa memiliki sehingga _check and balance_ tetap berjalan, legowoitas sebagai rasa memendam ego kekuasan, mampu menerima saran dan kritikan serta pandangan mampu menjaga, merawat kesetaraan gender tanpa diskriminasi dalam kepemimpinan.

Jika kesemuanya itu dapat diaktualisasikan, diimplementasikan maka desa akan maju dalam konteks sejahterah seiring kepercayaan masyarakat yang tinggi kepada pemimpinnya. Secara logis, kalau masyarakat telah menaruh kepercayaannya maka yakinlah hanya pemimpin kurang waras yang akan menyia-nyiakan kepercayaan tersebut.

Desa Sawakong menurut paradigma masyarakat di luar desa menganggap bahwa masyarakatnya sangat kaku serta mengedepankan otot dibanding otak. Atas paradigma itu menurutnya adalah kesalahan berpikir “justru masyarakat desa Sawakong sangat fleksibel, ramah serta menjunjung tinggi peradaban yang beradab,” tegas Dg Bani.

Berawal dari gagasannya dapat disimpulkan bahwa sosok Dg Bani sebagai pemuda millenial sangatlah ideal menjadi kepala desa Sawakong karena mampu menjadi pembaharu dalam kepemimpinan desa. Jiwa muda sebagai rangkaian akselerasi percepatan pembangunan di desa baik SDM maupun fisik. AJM/RedTT

Penulis: Herman Sijaya

Poros Arus Muda Untuk Desa Sawakong Masa Depan

About The Author
-

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>