Sumpah Pemuda ala generasi milenia Laskar Tabe’

Takalarterkini.com
Takalar, – Gebukan drum dan melodi syair mengalun kencang di halaman Iapangan Larigau, Galesong, Ahad (29/10/2017). Bukan konser yang digelar di sana, melainkan bagian dari rangkaian acara peringatan Hari Sumpah Pemuda.

Komunitas Takalar Bersedekah (Laskar Tabe) menjadi salah satu peserta dari ratusan komunitas yang hadir yang mengisi acara tersebut.

Di depan panggung tersebut, Para pengunjung yang hadir pun bisa bersantai sambil menikmati sajian irama drum dan para komunitas se-Kabupaten Takalar. Mereka yang datang juga bebas menikmati parade dan apel Pemuda sambil berfoto selfi.

Sejumlah aktraksi budaya lokal dan pentas seni  lainnya, mengiringi para peserta Apel dan Parade Pemuda yang dihadiri oleh Bapak Bupati Takalar terpilih Syamsari Kitta, S.Pt., MM.

SK menjadi pemimpin upacara pada apel tersebut, ungkap Samsul Lotteng Persatuan Pemuda Galesong (PPG) yang menjadi ketua pelaksana dari kegiatan ini.

Di Apel kemarin, orasi pak Syamsari di depan para pemuda keren sekali. Karena bisa membangkitkan semangat pemuda tentang pentingnya ide ide mereka untuk dirinya, bangsa dan negaranya.
” Tentang keterlibatan besarnya para pemuda dalam kemajuan negara ini, ” tungkas Salma sekretaris umum Laskar Tabe yang ikut pada kegiatan tersebut.

Dan tentu dengan diadakannya apel dan parade pemuda yg dihadiri oleh berbagai komunitas itu, insyaAllah para pemuda tersadarkan bahwa saat ini para pemuda bukan lagi berjuang sendiri sendiri, maupun berkelompok, tetapi bersama-sama.. Seperti halnya landasan dirumuskannya Sumpah Pemuda itu oleh para Pemuda dahulu.

Peringatan Hari Sumpah Pemuda ini memang berbeda dengan lainnya yang berlangsung formal.

Hari Sumpah Pemuda berlangsung cair dan tak diwarnai seremonial formal. Para peserta yang datang juga memiliki banyak kesempatan untuk mengobrol, menyapa dan berfoto. “Sejumlah perwakilan kaum milenial lah yang memberi ide dan konsep acara tersebut,” kata Anwar Ketua Laskar Tabe.

Sementara penulis melihat konsep acara tersebut sangat menarik. Saya bahkan mengutip istilah yang kerap digunakan generasi milenial, yakni jaman now.

“Ini yang saya namakan jaman now, ya. Semua komunitas pemuda berkumpul dari semua latar belakang. Perbedaan tidak akan menyulitkan kita untuk bekerja bersama.

Ini saatnya para pemuda jaman “Now”  unjuk gigi, tidak cuma sosmed doang gitu. Kita harus buktikan kita punya prestasi tapi kita juga punya kapabilitas dan ide-ide kreatif untuk membangun negeri ini salah satunya adalah Aksi-aksi sosial yang dilaksanakan oleh para Laskar Tabe. ( rilis ltabe )

Sumpah Pemuda ala generasi milenia Laskar Tabe’

| Komunitas, Uncategorized | 0 Comments
About The Author
-

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>