Mendekatkan Buku Lewat Perpustakaan Komunitas (Refleksi Hari Buku Nasional,17 Mei 2021)

Oleh: Abdul Jalil Mattewakkang

Takalarterkini.com, – Takalar. Momentum hari buku nasional yang dirayakan setiap tanggal 17 Mei menjadi tonggak sejarah sebuah lahirnya peradaban. Hari ini 17 Mei 2021 menjadi peringatan bagi kita semua bahwa buku sejatinya menjadi ladang inspirasi dan inovasi, khususnya di masa pandemi saat ini. 2 tahun pandemi covid-19 telah banyak memberikan pelajaran berharga bagi kita semua akan sebuah eksistensi literasi. Dan itu dimulai dari kebiasaan kita membaca buku.

Referensi-referensi yang kita dapat bersumber dari helai-helai dan lembaran-lembaran buku. Ia terpatri dalam ingatan dan menjadi tambahan ilmu dan kosakata. Memberikan pemahaman atas bacaan yang kita baca. Maka wajar jika buku disebut jendela dunia, kandungan dan ribuan makna yang tertulis dalam deretan kalimat mengajarkan kepada kita tentang pentingnya sumber ilmu.

Menyadari hal itu, perpustakaan harus dirubah konsepnya. Yang tadinya pasif dan berjejer dalam ruangan tertutup sudah harus digeser paradigmanya. Mendesain konsep perpustakaan yang lebih akrab dan dekat dengan pemustaka (pembaca dan masyarakat) agar jejeran buku itu dapat tersentuh serta terbaca. Saat ini, kita tidak lagi berbicara ribuan koleksi buku, tapi bagaimana buku itu sampai dan terbaca oleh masyarakat. Mendekatkan buku ke lingkungan masyarakat berarti mendekatkan ilmu pengetahuan dan peradaban di tengah-tengah masyarakat.

Masyarakat yang literat menjadi dambaan kita semua. Tidak hanya sebatas slogan, tidak hanya sebuah program, tapi ia sudah menjadi gaya hidup, ia sudah menjadi kebiasaan, ia sudah menjadi kebutuhan sehari-hari masyarakat. Sehingga budaya membaca, bukan lagi karena tuntutan sesuatu, tapi lebih kepada budaya yang mengakar. Itu dimulai dari pembiasaan-pembisaan, maka buku harus dekat dengan masyarakat, harus hadir ditengah-tengah masyarakat, menjadi suplemen, menjadi sumber pengetahuan sesuai dengan profesi yang digeluti.

Kita tentunya mendambakan sebuah kebiasaan masyarakat yang dalam aktivitasnya didahului dengan membaca. Duduk bermusyawarah dengan rujukan referensi dari buku dan bahan bacaan yang telah dibaca. Pertanyaannya, apakah hari ini buku itu sudah dekat dan berada di lingkungan masyarakat? Sebuah pertanyaan besar yang butuh nalar dan kajian mendalam untuk menjawabnya. Butuh konsep, referensi dan perbendaharaan kata yang mumpuni untuk mendetailkannya menjadi jawaban yang akurat, bukan lagi jawaban diplomatis yang seolah-olah membenarkan sesuatu.

Momentum dan reflesksi hari buku nasional yang kita peringati hari ini semoga menjadi upaya-upaya perubahan itu. Dimulai dari diri kita masing-masing. Pembiasaan diri membaca, berlanjut ke lingkungan keluarga hingga ke lingkungan masyarakat. Maka perpustakaan ideal dengan deretan bahan bacaan (buku) juga harus dimulai di lingkungan keluarga lalu diadaptasi ke lingkungan masyarakat.

Hadirnya perpustakaan-perpustakaan komunitas, taman-taman bacaan dan rumah baca menjadi bagian dari upaya-upaya konkrit mendekatkan bahan bacaan (buku) ke lingkungan masyarakat berbasis desa dan kelurahan. Tentunya itu bukan ha yang mudah, bukan hal yang dilakukan sekejap. Ia berproses lewat sosialisasi, musyawarah, komitmen dan good will dari semua pihak. Koordinasi dan kolaborasi lintas sektor menjadi kunci utama. Kita tak boleh bergerak parsial, sendiri-sendiri dan sektarian. Kolaborasi semua pihak akan lebih memudahkan upaya-upaya tersebut ketimbang jalan sendiri-sendiri.

Dambaan kita semua, di masa-masa mendatang akan terlihat masyarakat yang cinta buku, rajin membaca buku. Masyarakat literat didasari pemahaman pentingnya buku sebagai sumber lahirnya peradaban. Sehingga kita tak terjebak pada hal-hal seremoni, namun kita sadar akan pentingnya buku dalam kehidupan kita sehari-hari (iqra).

Penulis Merupakan Ketua Umum Komunitas Rumah Literasi dan Penulis Indonesia. Seorang Penulis Buku

Mendekatkan Buku Lewat Perpustakaan Komunitas (Refleksi Hari Buku Nasional,17 Mei 2021)

About The Author
-

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>