Mengenal Ritual “APPADDEKKO” Dalam Tradisi Pesta Panen

Oleh: Abdul Fatta
(Peserta Lomba Menulis Konten Budaya Lokal Tahun 2020)

Takalarterkini.com, – Takalar. Kebudayaan adalah fenomena universal. Bentuk dan gayanya bervariasi dari masyarakat ke masyarakat, tetapi setiap komunitas nasional di dunia memiliki budaya. Budaya dengan jelas menunjukkan kesamaan dalam kemanusiaan dari berbagai suku, negara dan ras. Manusia dan budaya merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan, dan pendukung budaya adalah manusia itu sendiri. Berbagai pengalaman manusia dalam budaya diteruskan ke generasi berikutnya oleh individu lain.

Suasana Appadekko Yang Dilakukan Masyarakat Sebagai Sebuah Tradisi Pesta Panen

Suasana Appadekko Yang Dilakukan Masyarakat Sebagai Sebuah Tradisi Pesta Panen

Misalnya budaya Apadekko yang masih dilestarikan sebagai budaya lokal di wilayah Sulawesi Selatan merupakan warisan leluhur yang diwariskan secara turun-temurun, dan dilestarikan serta dilestarikan sebagai penghormatan terhadap tradisi leluhur. Peninggalan nenek moyang biasanya berupa tradisi dan adat istiadat. Tradisi diarahkan pada kepercayaan dan kegiatan seremonial yang berakar pada sosial dan budaya.

Masyarakat Sulawesi selalu terkenal dengan tradisi dan adat istiadatnya yang beragam dan unik. Secara alamiah, setiap daerah memiliki tradisi dan adat istiadat yang berbeda. Misalnya ada tradisi di desa Bontorita, sebuah kecamatan di Galesong Sulawesi Selatan. Sebuah tradisi unik yang ada dari nenek moyang kita dan masih dipertahankan oleh masyarakat disana hingga saat ini. Tradisi Apadekko merupakan tradisi unik yang berlangsung setelah padi dipanen.

Tradisi Appadekko Dengan Beragam Pesan Lokalitas

Tradisi Appadekko Dengan Beragam Pesan Lokalitas

Tradisi Apadekko dilakukan sebagai bentuk rasa terima kasih kepada penulis yang telah menjaga hasil panen padi yang diperoleh dan sebagai ritual penghormatan kepada leluhur yang dilaksanakan setiap tahun setelah musim panen usai. Ritual adat dengan rasa syukur kepada masyarakat telah berkembang dari berbagai daerah maupun dari daerah sekitarnya. Appaddekko adalah tradisi ritual.

Pertama-tama sang pemuka agama akan menentukan hari untuk melakukan acara Appaddekko. Kegiatan ini dilakukan oleh beberapa wanita dan laki-laki. Dimana alat yang digunakan yaitu berupa sebuah assung yang besar dan panjang dan beberapa alu yang digunakan pada masing-masing orang yang terlibat didalamnya.

Upacara Appaddekko merupakan upacara sejak lama dilaksanakan dan sudah menjadi sutu kebiasaan atau tradisi yang tak terpisahkan dari kehidupan masyaraka Bontorita. Sehingga merupakan adat-istiadat yang sangat berkesan bagi mereka dan salah satu wujud kepercayaan yang ada di masyarakat Desa Bontorita Kecamatan Galesong kabupaten Takalar secara turun temurun.

Upacara Appaddekko merupakan upacara tradisional yang dilaksanakan setelah masyarakat Bontorita selesai panen padi. Upacara ini menjadi sangat penting artinya bagi masyarakat karena upacara ini mengandung kekuatan magis dan kearifan lokal yang dapat mengakibatkan berbagai macam musibah dan kegagalan panen apabila masyarakat tidak melaksanakannya.

Suatu ketika pada musim panen, masyarakat Desa Bontorita yang tengah sibuk menumbuk padi, didatangi seorang manusia yang tidak diketahui siapa dan dari mana asalnya. Ia ingin meminjam paddinging (pattapi) karena kesibukan, masyarakat langsung saja memberikan paddinging kepada orang tersebut dan membiarkannya pergi tanpa menghiraukannya lagi.

Tak lama kemudian orang itu datang lagi dan mengembalikan barang pinjamannya. Anehnya setelah orang itu pergi, padi yang sementara ditumbuk berubah menjadi awang (dedak). Mereka yakin dan percaya, bahwa mereka telah dikutuk dan padinya menjadi ase anja (tidak berisi).

Masyarakat Desa Bontorita dan sekitarnya pun berkesimpulan bahwa mereka tidak boleh menumbuk padi sebelum assung dan anjanya kedengaran atau sebelum Appaddekko dilakukan. Inilah cerita yang sudah menjadi tradisi masyarakat secara turun temurun hingga masa sekarang ini.

Sejak peristiwa itu, appaddekko menjadi sebuah tradisi dari Desa Bontorita yang menggambarkan upacara pengungkapan rasa syukur karena panen berhasil di daerahnya, dan berfungsi sebagai seni pertunjukan yang bersifat hiburan.

Paddekko mempunyai pengertian orang-orang yang sedang melakukan pekerjaan akdengka ase. Akdengka ase merupakan suatu acara atau upacara yang dilaksanakan setiap selesai panen padi. Kegiatan itu harus didahului dengan mengambil padi dan disimpan beberapa hari. Kemudian iramanya dikembangkan menjadi Appaddekko atau menambah bobot iramanya.

Irama inilah disebut unsur musiknya. Sedangkan unsur tarinya disebut assere tarian yang dilakukan sambil memainkan alunya. Appaddekko dilakukan oleh gadis-gadis dari kalangan masyarakat Sampulungan.

Appaddekko termasuk jenis permainan rakyat yang mengandung nilai kebersamaan serta gotong royong, peralatan yang dipergunakan dalam paddekko ini adalah assung dan alu.

Penulis: Abdul Fatta

Mengenal Ritual “APPADDEKKO” Dalam Tradisi Pesta Panen

About The Author
-

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>